Bagi seorang sarjana yang berani bertarung dalam kehidupan, ini adalah kesempatan mendapatkan beasiswa S2 atau S3. Dia pasti gunakan kesempatan ini, karena dia tahu dia punya peluang lolos atau tidak. Dia tahu, jika dia tak mendaftar maka kesempatannya itu pasti tiada.
Ada berbagai jenis beasiswa oleh berbagai kementerian. Sudah lebih dari 18 ribu orang yang menerima beasiswa ini, mereka sudah bergelar master atau doktor, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Lebih dari 35 ribu orang lainnya sedang kuliah. Beasiswa itu menghabiskan dana Rp. 120 Triliun lebih. Jika berani, memenuhi syarat dan mempersiapkan diri dengan baik maka semestinya dengan perbandingan jumlah penduduk, ada 227 orang Gorontalo yang dapat beasiswa itu.
Harusnya begitu, tapi karena sedikit yang mau ikut tes, maka jumlah orang Gorontalo yang beroleh beasiswa itu menjadi jauh lebih sedikit dari itu.
Berikut beberapa situs informasi lengkap beasiswa S2 dan S3 dari pemerintah RI:
www.lpdp.kemenkeu.go.id
www.beasiswa.kemdikbud.go.id
Situs informasi lainnya yaitu www.indbeasiswa.com serta banyak lagi situs yang relevan.
Untuk situs beasiswa dari lembaga lain dari luar negeri, tinggal browsing saja. Cari di internet. Boleh pakai hape. Dan dapatkan info lengkapnya.
Penuhi persyaratannya, dan bertarunglah dengan pendaftar dari seluruh Indonesia. Pengalaman saya ketika dapat beasiswa S2 dari Ford Foundation…pokoknya bage…
.
Bahkan lolos dapat beasiswa pun, saya tidak bisa berbahasa Inggris. “Kan, pasti ada pelatihan bahasa Inggris setelah lulus beasiswa, berarti lembaga beasiswa itu tidak menjadikan bahasa inggris sebagai syarat…walaupun tertulis begitu,” pikirku.
Bagi yang ikut tes beasiswa apa pun, saya hanya bisa memberi Surat Rekomendasi (jika diperlukan) dan mendoakan calon penerima beasiswa itu.
Sebagai tips, semua beasiswa itu diperuntukkan bagi mereka yang marginalized future leader (calon pemimpin yang tertinggal tapi berpengalaman kuat).




