Fungsi Elnino Center

Elnino Center (eLCe) beralamat di Tanggidaa KM-6 Kompleks Masjid Attaubah, perbatasan antara Sipatana Kota Gorontao dan Bulango Selatan Bone Bolango. Elnino Center adalah wadah bagi anak-anak muda Gorontalo yang ingin belajar bersama-sama tentang tata-negara, sejarah dan nilai-nilai luhur bangsa serta daerah, juga tentang praktik politik yang benar.

Tim Elnino Center

Anak-anak muda itu juga sekaligus menjadi relawan eLCe tanpa digaji, semata-mata karena ingin membangun kebersamaan, bekerja dengan enjoy penuh rasa kekeluargaan. Di eLCe, tidak ada pembatasan organisasi maupun partai politik. Memang, sekitar 90 persen relawan eLCe adalah kalangan non- partai. Sisanya adalah aktifis di berbagai partai politik.

Aktifitas di eLCe lebih banyak berupa menginisiasi pengkajian, dilaksanakan di eLCe maupun di pelosok-pelosok desa yang mengundang/meminta, juga kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Secara singkat, berikut kegiatan-kegiatan eLCe sejak 2009 sampai sekarang:

  1. Kajian dengan tema “Islam, Politik, Sejarah dan Peradaban” di 427 desa. Biasanya kajian seperti ini dilakukan secara kecil-kecilan, di dalam rumah, dan pesertanya tidak lebih dari 15 warga.
  2. Anjangsana ke panti-panti asuhan di Gorontalo. Sejauh ini baru 24 panti asuhan yang sempat didatangi. Setiap relawan eLCe masing-masing membawa apa pun yang dapat dia berikan kepada anak-anak panti. Tujuan ke panti asuhan adalah agar dapat belajar dari anak-anak panti tentang hakikat perjuangan hidup, hakikat kegembiraan dan hakikat kemajuan.
  3. Melaksanakan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat kurang mampu berupa; cek kandungan gula darah, cek tingkat kolesterol, cek kandungan asam urat, makanan tambahan untuk ibu hamil, makanan pendamping ASI untuk bayi, makanan bergizi tambahan untuk anak SD, obat untuk penyakit umum, dan pelayanan dokter. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di 6 lokasi.
  4. Menguruskan bantuan akhir studi bagi mahasiswa yang sedang merampungkan skripsi, thesis, maupun disertasi, dengan memprioritaskan mahasiswa yang yatim-piatu dan ‘mahasiswa petarung’. Mahasiswa petarung adalah mereka yang secara luar biasa berjuang memperoleh rejeki yang halal demi membiayai sendiri kuliahnya tanpa subsidi dari orang tua maupun dari pemerintah. Sejauh ini ada 213 mahasiswa yang telah diuruskan untuk memperoleh bantuan tersebut.
  5. Menjaga silaturrahim Elnino Mohi dengan para konstituennya, misalnya membantu sahabatnya yang jomblo dan akan menikah, melaksanakan takjiah (penghiburan) jika ada di antara sahabatnya yang sedang berduka atau membantu sahabatnya yang sedang sakit.

Pertanyaan sederhana dari berbagai kalangan kepada kami di Elnino Center adalah “Siapa yang membiayai kegiatan-kegiatan Elnino Center dan darimana sumber dananya?”. Kami pun menjawab sederhana, “Dari sebagian gaji dan penghematan SPPD Ka Ninong.” Ya, kami tahu ada yang tidak percaya, tapi begitulah adanya.