Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah pernyataan Cawapres Gibran Rakabuming Raka mengenai hilirisasi digital dalam debat Cawapres pada Jumat lalu (22/12), Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran memberikan penjelasan. Menurut Budiman Sudjatmiko, narasi hilirisasi digital yang diungkapkan oleh Gibran memiliki makna penting, meskipun istilah tersebut masih baru bagi sebagian orang.
Menurut Budiman, Gibran ingin menyampaikan bahwa Koalisi Indonesia Maju berkomitmen untuk membangun ekonomi digital dari awal hingga akhir. Meskipun ekonomi digital Indonesia saat ini sudah cukup baik, Gibran berpendapat bahwa pengembangan aplikasi di bidang transportasi atau retail saja tidaklah cukup. Oleh karena itu, hilirisasi digital harus dimanfaatkan dalam berbagai sektor.
Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa hilirisasi digital memiliki dua makna yang mendasar. Pertama, persiapan infrastruktur jaringan dan konektivitas internet serta pembangunan industri perangkat digital. Dalam visi misi dan program mereka, Koalisi Indonesia Maju telah menjamin akses internet dan literasi digital untuk masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Pendekatan kedua hilirisasi digital adalah digitalisasi rantai pasok industri strategis di Indonesia. Digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di semua lini industri, seperti pengembangan pupuk dan bibit unggul di pertanian, IOT Smartfarming, atau e-commerce khusus pangan.
Budiman menekankan bahwa hilirisasi digital akan menciptakan gelombang digitalisasi usaha dan peningkatan sumber daya manusia di sektor digital, dengan fokus pada pengembangan teknologi seperti blockchain, AI, machine learning, dan big data analytics.
Dalam konteks keamanan, Budiman menyatakan bahwa hilirisasi digital juga memunculkan kebutuhan untuk penguatan keamanan digital di Indonesia. Sebab, data yang diolah secara digital dengan teknologi canggih seperti AI, machine learning, big data, dan blockchain memerlukan perlindungan cybersecurity yang kuat.
Budiman menambahkan bahwa konsep pendekatan ekosistem hilirisasi digital dikenal sebagai DNA, yaitu Device, Network, dan Application. Selain itu, hilirisasi digital diharapkan membuat Indonesia memiliki komoditas data dengan nilai ekonomi yang sangat besar.
Dalam menghadapi tantangan global, Budiman menyimpulkan bahwa melalui hilirisasi digital berdasarkan dua pilar strategis ini, Indonesia dapat maju dari segala sisi strategis. Hal ini dianggap sangat mungkin dan terarah untuk memajukan ekonomi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.





