“Free will” adalah konsep bahwa manusia memiliki kemampuan untuk membuat keputusan bebas dari pengaruh eksternal. Dalam politik, hal ini berkaitan dengan pandangan bahwa individu memiliki hak untuk membuat keputusan tentang pilihan politik mereka sendiri dan tidak harus diperintah atau dipaksa oleh pihak lain.
Sementara itu, “determinism” adalah pandangan bahwa setiap peristiwa dan tindakan terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam politik, hal ini dapat berarti bahwa pandangan dan tindakan seseorang terbentuk oleh faktor-faktor seperti latar belakang sosial, budaya, dan lingkungan mereka, serta faktor ekonomi dan politik.
Sebagian besar orang mungkin memandang “free will” dan “determinism” sebagai dua konsep yang saling bertentangan. Namun, banyak filsuf dan ahli politik telah mengajukan argumen bahwa kedua konsep ini dapat diterapkan secara bersamaan. Dalam pandangan ini, keputusan individu mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, tetapi individu masih memiliki kebebasan untuk membuat keputusan mereka sendiri.
Akhirnya, pilihan antara “free will” dan “determinism” dalam politik seringkali bergantung pada pandangan individu tentang bagaimana kekuasaan dan kebebasan dalam masyarakat seharusnya didistribusikan. Namun, hal ini merupakan perdebatan yang sangat kompleks dan terus berkembang dalam dunia politik dan filosofi.




