Pada tahun 1990, Ary Mochtar Pedju bersama Karim Kono mendirikan Yayasan 23 Januari 1942. Yayasan ini bertujuan untuk membawa anak-anak terbaik dari Gorontalo ke Jakarta guna mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Setelah melalui serangkaian tes yang tidak mudah, 22 anak berhasil lolos dan mulai belajar di bawah bimbingan langsung dari Ary Mochtar Pedju dan Karim Kono. Mereka diberikan pelajaran-pelajaran yang berfokus pada bidang eksakta, bisnis praktis, dan bahasa Inggris.
Di tahun 2000-an, Ary Mochtar Pedju, Bakrie Arbie, dan Henk Uno (ayah dari Sandiaga Uno) membentuk trio yang memberikan kajian di Salemba Study Group (SSG). Anggota SSG adalah para mahasiswa Pasca Sarjana yang berbasis di sekitar Salemba dan bermarkas di Asrama Gorontalo. Kajian yang disampaikan oleh Ary Mochtar Pedju membahas tentang bagaimana ilmu pengetahuan membentuk peradaban manusia dari masa ke masa, serta peran teknologi sebagai hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan. Dalam kajiannya, Ary Mochtar Pedju membahas sejarah panjang selama hampir 2000 tahun dan memberikan analisis mendalam yang penuh manfaat. Seperti mengikuti kuliah 24 SKS yang sarat dengan analisis dan makna.
Pada saat yang sama, Ary Mochtar Pedju juga selalu membantu Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Ia memberikan kontribusi dalam pengembangan konsep serta menyumbangkan lahan dan hal lainnya untuk pengembangan UNG. Keterlibatannya dalam perkembangan UNG tersebut membuatnya dianugerahi gelar Doktor Kehormatan oleh universitas tersebut. Konsep yang diajukan oleh Ary Mochtar Pedju dianggap luar biasa dalam upaya memajukan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep tersebut bukan hanya terbukti, tetapi juga memiliki visi yang futuristik.
Dengan dedikasi dan kontribusinya yang berkelanjutan, Ary Mochtar Pedju telah membantu membentuk generasi muda yang terdidik dengan baik, menginspirasi melalui kajiannya yang mendalam, dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Ia adalah contoh nyata seorang pemimpin yang berkomitmen untuk membangun masa depan bangsa melalui ilmu pengetahuan.




