Baca ini dulu sebelum baca yang lain.

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Delapan tahun lalu, 2013, mungkin di antara ibu-bapak pernah membaca buku Laporan Pertanggungjawaban Elnino M. Husein Mohi sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), 2009-2014, yang isinya adalah tentang apa saja yang diperjuangkan sebagai wakil daerah di tingkat pusat, mana yang berhasil dan mana yang gagal.

Sekarang ini, 2021, posisi Elnino memasuki periode kedua sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 2019-2024, agak berbeda dengan delapan tahun lalu. Lembaganya berbeda, kewenangan lembaganya berbeda, jalur aspirasinya berbeda.

Delapan tahun lalu, Elnino bertanggungjawab kepada Allah SWT dan kepada rakyat Provinsi Gorontalo yang dia wakili. Kini, di DPR RI, selain kepada Allah SWT dan rakyat Provinsi Gorontalo, Elnino juga harus bertanggungjawab kepada Partai GERINDRA yang menaungi dirinya sebagai wakil rakyat Gorontalo.

Sewaktu di DPD RI bidang tugas Elnino berkaitan dengan peraturan nasional tentang daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan di DPR RI dia ditugaskan oleh Ketua Umum Partai GERINDRA Prabowo Subianto untuk berkiprah di Komisi I yang membidangi pertahanan/militer, intelijen, hubungan luar negeri, dan komunikasi/informasi – yang kesemuanya itu adalah persoalan nasional dan internasional, tidak berkaitan secara langsung dengan daerah.

Laporan pertanggungjawaban (LPJ) ini kami susun untuk disampaikan kepada rakyat Gorontalo yang sedang Elnino wakili, serta kepada Ketua Umum Partai GERINDRA, pak Letjen Purn. Hi. Prabowo Subianto Djojohadikusumo serta jajaran di DPP Partai GERINDRA dan para kader GERINDRA se-Provinsi Gorontalo.
Tentu tidak semua rakyat Gorontalo beroleh LPJ ini. Kami mencetaknya sesuai kemampuan, lalu mengirimkan kepada ibu/bapak yang terpilih secara purpose-random-sampling.

Jika ada hal-hal baik dalam LPJ ini, bukanlah diniatkan untuk riya, tetapi sebagai tanggungjawab Elnino dan kami—sebagai timnya—untuk menjelaskan. Semoga LPJ ini tidak dianggap sebagai bagian dari kampanye, sebab seyogianya kampanye berisi visi-misi calon, sedangkan LPJ ini adalah laporan tentang seorang wakil rakyat yang telah mengemban tugas sejak pemilu sebelumnya.

Di negara-negara maju, para wakil rakyat selalu memberikan LPJ kepada rakyat yang diwakilinya. Artinya, para anggota dewan disana memposisikan rakyatnya sebagai pemegang kedaulatan. Rakyat menjadi semacam ‘atasan’ bagi mereka. Dalam kehidupan demokrasi, itu penting. Sangat penting.

Sejak 2009 Elnino mencoba menjadi wakil rakyat sebagaimana di negara yang maju demokrasinya. Setidaknya Elnino berusaha memberi contoh kepada generasi politik di masa yang akan datang, bahwa bertanggungjawab kepada rakyat itu penting…termasuk mengakui hal-hal yang gagal diperjuangkan.

Dalam buku ini, tidak semua hal kami laporkan, hanya yang penting dan relevan saja, serta tidak sampai detail. Harap maklum, jika sampai diuraikan sangat rinci, maka sebuah buku takkan cukup untuk bercerita hal-hal yang terjadi dalam empat tahun belakangan.

Odu’olo, terimakasih, thank you….